Sabtu, 02 Februari 2013

Aku Kembali Keduniaku Dulu


Aku termenung di siang bolong, mengingat semua yang tidak perlu diingat. Dan setelah berkeliling ke seluruh dunia, aku berhenti di sebuah tempat yang sedang aku rindukan, di Sekolah Menengah PErtamaku. Pikiranku melihat sebuah ruangan yang tidak asing bgiku, itu adalah ruangan dimana tempat aku dan kawan-kawan ku berkumpul bercanda dan melakukan aktivitas diluar jam sekolah.
Disana aku melihat diriku sedang sibuk melepas sabuk berwarna kuning emas terukir
Tunas Kelapa yang begitu jelas terbentuk, itu sabuk kebanggaaqnku yang menemaniku sampai aku selesai berstudi disekolah menengah. 

Kemudian aku oleskan cairan berwarna kuning muda yang baunya cukup menyengat, lalu aku usap sampai cairan itu berubah menjadi hitam. Aku biarkan sejenak dan aku kembali mendatangi kawan-kawanku. Lama sekali disana aku berbincang dengan mereka sehingga aku melupakan sabukku. Aku mulai tersadar dan kembali memasuki ruangan yang cukup besar itu. Ku keluarkan selembar tisyu yang bersijh dan aku usap dengan lembut sabuk berwqarna kuning emasku  itu.
“ WOW !! sekarang kamu sudah mengkilat “ terakku Spontan
Kembali ku memakainya dan aku kembali pada aktivitasku. Kini sabukku mengkilat dan bersih, aku siap dan semakin percaya diri untuk kembali beraktivitas.
Sebenarnya bukan sabuk aku yang ingin aku rindu saat ini, tapi organisasiku yang mempunyai lambang Tunas Kelapa. Setelah lama menunggu.. cukup menyenangkan berbincang dengan kawan-kawabku, aktivita sesungguhnya akan dimulai.

Di tengah terik matahari kami berdiri, berbaris dan focus. Kami berteriak “ SIAP !! “ menandakan kami telah siap untuk memulai, dengan memakai seragam serba coklat yang dipenuhi dengan beberapa atribut yang bukan hanya hiasan dilengkapi dengan topi boni bundar dan kacu merah putih yang menyilang . kami mulai menghentakkan kaki ketanah dengan serentak suaranya indah dan berirama . aku rindu itu ! aku rindu !
Angin mulai bertiup agak kencang, kami tetap berdiri tegak tanda peduli dengan keadaan sekitar yang mulai memburuk. Bendera merah putih berkibar di puncaknya sampai terdengar suara kibasan yang lumayan keras. Saat itu kami sedang mengarah kepadanya dan tanpa kesengajaan dan diluar scenario pemimpin barisan kami berteriak dengan lantang “ Hormaaaaaat Gerrak ! “ dengan sigap kami semua melakukan perintah itu, tepat sekali aku ada twngan bendera merah putih yang sedang berkibar, entah aku yang lebay atau memang semua merasakan itu, tiba-tiba hatiku bergetar, merinding karena kagum. Ingin sekali aku menangis saat itu dalam hati ku berkata “ Aku mencintaimu !! Aku mencintaimu Indonesiaku ! “
Aku mulai kembali keduniaku yang sesungguhnya, aku hanya ingin mengatakan bahwa aku bangga pernah menjadi bagian dari Pramuka, pernah merasakan sulit untuk mencapai tingkatan teratas. Pramuka itu melambangkan sebuah kebersamaan, nasionalisme, dan kecintaan terhadap sesama. Aku bangga pernah ada diantara kalian dan aku menrindukan kalian.

























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar